GARIS BESAR HALUAN KERJA ORGANISASI

LSO K-RISMA  (KELOMPOK RISET MAHASISWA)

FAKULTAS ILMU KOMPUTER

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

PERIODE 2016

 

I. Optimalisasi Kualitas Anggota dan Karya K-RISMA

A. Latar Belakang

K-RISMA adalah salah satu lembaga otonomi fakultas di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya Malang yang bergerak dibidang penelitian dan penulisan.Fungsi dari K-RISMA adalah sebagai organisasi pengkaderan yang mewadahi pengembangan di bidang penelitian. Tujuan dari K-RISMA adalah menciptakan insan akademis, pengabdi dan pencipta yang bertanggungjawab serta membentuk mahasiswa yang peka terhadap lingkungan sekitar. Berdasarkan dari tujuan K-RISMA yang tergambar dalam AD/ART tersebut, kegiatan yang dilakukan K-RISMA meliputi penelitian, penulisan serta pengembangan keilmuan anggota. Adanya kegiatan tersebut maka diperlukan pendampingan untuk mengontrol pembuatan karya tulis ilmiah.
Berdasarkan tim kajian optimalisasi pendampingan K-RISMA pada tahun 2015, pendampingan adalah proses kontrol pembuatan karya tulis ilmiah yang dikoordinir oleh K-RISMA serta proses transformasi keilmuan dan nilai intelektualitas. Pendampingan ini digunakan sebagai instrument dalam mengatasi permasalahan yang muncul terkait dengan penulisan karya tulis ilmiah K-RISMA.

Adapun permasalahan yang muncul dalam pembuatan karya tulis ilmiah K-RISMA diantaranya adalah berkaitan dengan:

  1. plagiarisme,
  2. kurangnya referensi yang digunakan,
  3. tidak adanya data yang mendukung,
  4. kurangnya urgensitas permasalahan yang diangkat,
  5. ketidaksesuaian format penulisan yang digunakan.

Permasalahan lainnya diantaranya adalah tentang penekanan tujuan penulisan dalam sebuah karya ilmiah K-RISMA. Selama ini penulisan karya ilmiah K-RISMA lebih menghasilkan hasil akhir daripada harus memperhatikan proses dalam penulisan tersebut.

Selain itu kurangnya kesadaran dalam memaksimalkan budaya membaca dan diskusi juga menjadi hal yang harus diperhatikan. Selama ini membaca dan diskusi hanya dilakukan oleh beberapa orang anggota saja, tidak ada kesadaran secara kolektif untuk membiasakan membaca dan berdiskusi yang menunjang gagasan penulisan. Diskusi dan membaca pada dasarnya merupakan langkah yang perlu diperhatikan dalam melakukan transformasi keilmuan melalui pendampingan berjenjang berdasarkan angkatan. Pendampingan berjenjang tersebut diharapkan dapat menjadi sarana dalam transformasi keilmuan yang lebih konstruktif. Selain itu kesadaran dari masing-masing pendamping terkait kapasitas dengan keilmuan yang dimiliki. Oleh sebab itu dalam merumuskan pendampingan perlu adanya mapping minat yang akan membantu dalam memaksimalkan diskusi informal untuk menunjang pengembangan gagasan peserta.

B. Mekanisme Pelaksanaan

Optimalisasi pendampingan diwujudkan dengan beberapa proses untuk meningkatkan keilmuan anggota yang akan berdampak pada kualitas karya tulis yang dihasilkan. Peningkatan keilmuan anggota dapat dilakukan dengan meningkatkan minat baca yang akan berdampak menumbuhkan semangat berdiskusi sehingga menumbuhkan pola piker kritis. Untuk mewujudkan hal tersebut maka diperlukan komitmen sekelompok anggota yang dapat konsisten untuk mengawali kebiasaan membaca dan berdiskusi. Dalam rangka optimalisasi pendampingan terdapat poin-poin yang harus dilakukan, diantaranya adalah:

  1. Mengoptimalkan Sistem Pendampingan yang Telah Dibangun

Pengoptimalan sistem pendampingan dilakukan dengan pengenalan sistem pendampingan yang telah dibuat serta adanya pengawasan dari internal pengurus terkait sistem yang dijalankan.

  1. Memaksimalkan Flooring Masalah dan Diskusi

Flooring masalah yang dilakukan bersifat interaktif dalam artian semua orang berhak mengungkapkan pendapat dengan memperhatikan nilai dan norma akademis. Flooring yang dilakukan membahas permasalahan yang mendasar, sehingga produk karya ilmiah yang dihasilkan mampu menjawab dan menyelesaikan permasalahan yang terjadi.

Mekanisme Pendampingan dan Penilaian Indikator Kualitas Anggota.

a. KPK (Kelompok Peneliti Kecil)

– Kelompok penelitian terdiri atas tiga angkatan anggota berbeda untuk transfer keilmuan dan loyalitas anggota, serta penilaian.

– Evaluasi Anggota Muda dipegang oleh Staff, yaitu angkatan tahun ketiga dalam kelompok tersebut untuk memberikan bimbingan dan penilaian Anggota Muda.

b. Lomba (hanya Pendampingan, sedangkan indikator kualitas anggota tidak digunakan karena Pendaftar lomba tidak hanya anggota K-RISMA)

– Kelompok lomba terdiri atas minimal dua angkatan Pendaftar untuk transfer keilmuan dan loyalitas anggota, kecuali ada ketentuan dari penyelenggara lomba.

– Evaluasi Karya Tulis dipegang oleh Staff, yaitu angkatan tahun ketiga dalam kepengurusan tersebut yang ditunjuk sebagai Pendamping untuk memberikan penilaian Pendaftar.

– Bila, yaitu partisipasi direkap sekretaris K-RISMA sebagai pertimbangan tambahan.
Karya Tulis
Evaluasi karya tulis (missal Lomba) dipegang oleh Pendamping ketika sebelum pengiriman agar mengoptimalkan kualitaskarya, serta setelah pengiriman atau pendelegasian agar sebagai acuan tahun berikutnya.

Timeline Penelitian
a. Sosialisasi
b. Pra Riset
c. Flooring Masalah
d. Seminar Proposal
e. Flooring Masalah
f. Penelitian
g. Seminar Hasil
h. Review dan Revisi Laporan
i. Penjurnalan
j. Review dan Revisi Jurnal

C. Parameter Ketercapaian

1. Standar Anggota

Anggota Muda: setidaknya anggota muda mampu melakukan analisis permasalahan baru (maksimalkan deskriptif), kerangka berfikir, dan pembuatan gagasan.

Staff: setidaknya memiliki kemampuan untuk menganalisis permasalahan baru, kerangka berfikir, kesesuaian dan ketepatan tiap bagian dalam penulisan maupun penelitian, mampu membuat gagasan tepat guna dan sasaran.

2. Standar Karya

Format karya tulis disesuaikan dengan pedoman penyelenggara. Kualitas isi dari karya tulis adalah analisis permasalahan baru dan orisinalitas gagasan.

 

II. Optimalisasi Hubungan dan Peran Eksternal K-RISMA

A.    Latar Belakang

Kebutuhan K-RISMA akan informasi, baik lisan maupun tulisan yang bertujuan sebagai referensi serta publikasi penelitian dan penulisan, seperti hasil diskusi, hasil penelitian, literatur (jurnal atau buku), dan info lomba mendukung perlunya hubungan eksternal K-RISMA. Peran yang harus dibangun antara K-RISMA dengan eksternalnya, yaitu peran secara akademis maupun praktis, seperti update info, diskusi, saling supply hasil penelitian, dan mewujudkan media pembelajaran penyaluran sosial anggota dengan lingkungan. Kerjasama sendiri merupakan turunan dari hubungan yang sudah dilakukan secara berkala dan tidak dapat disamakan antara satu dengan lain jenis lembaga, sehingga hubungan dan peran menjadi titik tekan kebutuhan eksternal K-RISMA.

Adapun eksternal K-RISMA mencakup lembaga penelitian, lembaga non penelitian, dan non lembaga yang dibagi dengan harapan fokus hubungan dan peran, serta penegasan spesifikasi ekspektasi hubungan yang berbeda antara satu dengan lain jenis lembaga. Lembaga penelitian adalah lembaga yang bertujuan dan bergerak dalam bidang penelitian, seperti lembaga riset fakultas, lembaga riset universitas, REFORMA UGM, Balitbang, dan LIPI. Lembaga penelitian mahasiswa (Seperti, ARSC FTP UB) dapat diperbaharui cukup sebulan sekali.

B. Mekanisme Pelaksanaan

Adapun hal-hal yang telah dilakukan selama ini untuk mengoptimalkan latar belakang di atas, berdasarkan jenis lembaganya, diantaranya:

1. Lembaga Non Penelitian

a. Terjalinnya komunikasi aktif.

b. Up to date dan follow up info lomba.

2. Lembaga Penelitian

a. KontribusiAkademis:

1) Melalui diskusi bersama ketika tatap muka atau kunjungan.

2) Melalui perwakilan surveyor atau enumerator dalam penelitian lembaga lain.

3) Melalui diskusi Lingkar Riset Sosial (LRS) dengan harapan penelitian bersama.

4) Up to date dan follow up info lomba.

b. KontribusiPraktis:

1) Terjalinnya komunikasi aktif.

2) Up to date dan follow up info lomba.

3) Mendapatkan supply literatur (jurnal atau buku) dari lembaga lain.

4) K-RISMA supply hasil penelitian ke lembaga lain.

5) Melalui hasil penelitian K-RISMA yang dipublikasikan di jurnal nasional atau jurnal internasional yang terindeks Scopus (seperti IEEE)